aku ini siapa?
mengapa aku hidup?
mengapa aku diciptakan?
mengapa aku ada?
apakah manusia lainnya sama seperti aku?
mengapa aku bisa ada disini?
mengapa aku ada di waktu ini?
apakah peranku di dunia ini?
apakah orang lain peduli tentang aku?
apa pengaruh keberadaanku?
mengapa aku harus berpakaian?
mengapa aku harus peduli mengenai pandangan orang lain terhadap aku?
mengapa aku harus melihat?
mengapa aku harus merasa?
mengapa aku harus belajar?
seperti apa rasanya mati?
jika aku mati, apakah ada yang ingat akan aku?
jika ada yang mengingat aku, apakah itu berpengaruh bagiku?
kemana perginya diriku saat aku mati?
apakah aku menghilang begitu saja?
lenyapkah aku? sakitkah rasanya?
apa itu Tuhan? siapakah Tuhan?
bagaimana rasanya Tuhan?
dimana Tuhan? seperti apakah Dia?
aku mendengar tentang Tuhan, seakan-akan manusialah yang membuat Tuhan itu ada
mengapa ada aturan-aturan di dunia ini?
mengapa ada negara? mengapa ada pemerintah yang mengatur?
bukankah kita ini bebas, sejak kita lahir?
bukankah kita lahir dari keacakan sperma ayah kita?
bukankah hidup ini hanyalah sebuah keterpaksaan dari fenomena keeksistensian sebelumnya?
apakah waktu ada habisnya?
bukankah segala awal pasti ada habisnya?
habislah manusia! habislah aku! habislah dunia! habislah matahari!
bukankah jagat raya ini sangatlah luas?
bukankah suatu hal yang tidak mustahil jika ada avatar lain selain manusia?
alien mungkin?
bumi itu kecil, seperti debu bahkan, manusia hanyalah seperti atom
bahkan dalam tubuh manusia begitu banyak atom-atom lainx
ataukah mungkin dalam elektron atau proton juga ada kehidupan
atau ada matahari dalam elektron mungkin
siapa tahu?
mengapa aku bertanya seperti ini?
mengapa aku berpikir sampai sini?
mengapa aku bisa berpikir?
mengapa aku punya kemampuan berpikir?
bukankah manusia itu termasuk dari kingdom animalia?
itupun manusia sendiri yang memasukkan dirinya dalam jajaran hewan
mengapa hewan lain tidak seperti manusia?
mengapa manusia harus bertahan hidup, jika mereka tahu sesudahnya akan mati?
mengapa manusia bergairah untuk menciptakan sesuatu, padahal merka sendiri tahu
bahwa hidup mereka akan berakhir dan tidak selamanya menikmati hasil ciptaan mereka
mengapa manusia harus menciptakan sesuatu? apakah harus?
apa itu makna?
mengapa manusia itu terbatas? Dan mengapa manusia juga membatasi dirinya?
mengapa ketika manusia sadar bahwa manusia itu terbatas, maka manusia mencari Tuhan?
mengapa manusia berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak terbatas, yang mereka sebut Tuhan?
mengapa manusia percaya bahwa ada sesuatu yang tidak terbatas, yang dapat membantu manusia menghadapi keterbatasannya?
hanya ada satu jawaban: misteri kemampuan dan keterbatasan manusia
bersambung...
sebuah renungan... 2004-2005
Monday, September 6, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

ada yang bisa berpikir lebih dalam lagi?
ReplyDeleteini tulisanmu ?
ReplyDelete