Malam ini aku tak sendiri sayang...
Tersayangku ada dibelakangku, meski kaku
Wahai motor tanpa lampuku
Akankah kau buat aku dekat dengannya
Mungkin... pikirku
Peluang cintaku hanya satu banding dua
Apa dayaku dibanding mereka...
Berparas tampan, berdompet tebal
Mungkin karena orang-tua mereka...
Namun mengapa ia tertunduk lesu
Bahkan meneteskan air mata
Air mata yang mengalir dari paras ayu nya
Meski tak cocok dengan wajahnya yang seharusnya ceria
Ya... Seharusnya ia bahagia...
Barsamaku dalam dunia
Inginku sih begitu...
Motorku mulai capai
Aku turunkan dia, di depan pintunya
Sepercik senyum dari wajahnya
Akupun bertanya
Sejak kapan aku suka padanya?
Purwomartani, 12 September 2009
Wednesday, September 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment