Sebuah sweater biru
Di lemari, berbau kapur barus
Tak terawat
Sobek lengan kirinya
Kuambil
Kubawa ke penjahit
Tak bisa diperbaiki katanya
Kembali kuberpeluh
Siang hari itu
Sweater kuletakkan
kulihat sweater itu
seakan menangis
dengan lengan kiri teriris
hatiku pun miris
Kuambil:
Kain jeans, benang biru, dan jarum
Kutambal sweater itu
Sekarang ia melekat di dadaku
Tersenyum
Kalasan, 14 September 2009
Wednesday, September 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment