Mengapa ini terjadi padaku?
Percuma kumemandangmu
Bahkan dengan tatapan kosong sekalipun
Hatiku terlalu lemah untuk memikul lagi
Perasaanku padamu
Walupun kau tak peduli padaku
Pengorbananku hanya kau anggap angin lalu
Kau bahkan masih memikirkan dia yang mungkin telah mempermainkanmu
Tak sebersitpun ada aku dalam pikirmu
Kau teteskan air matamu untuk dia, aku pun tak suka kau bersedih
Namun apa daya...
Tak setitikpun pedulimu padaku
Hatiku mulai merajami dadaku
Wah-wah
Mungkin aku harus melupakanmu
manganggapmu sebagai sahabat?
Maaf, aku tak bisa sayang
Karena kau pun tak mau tahu
Tentang kebutuhanku
Bahkan tentang diriku
Aku buka bajuku dan tertidur...
Kamar, 12 September 2009
Wednesday, September 16, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Ahhh... Hari gini nulis puisi?
ReplyDeleteToT